Senin, 03 Juni 2013

Aktifitas perusahaan memiliki probabilitas kejadian kerusakan lingkungan atau berrisiko lingkungan, misalnya dihasilkannya limbah berbahan berbahaya dan beracun (B3) bagi lingkungan, maka dari itu perlu ada manajemen risiko lingkungan pada aktifitas pengelolaan limbah B3. Salah satu limbah B3 adalah lumpur B3, yang biasanya dihasilkan dari Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL), dan pengolahan yang dianjurkan adalah solidifkasi semen dengan produk akhirnya adalah paving (brick).
Ada banyak penelitian yang menilai risiko berdasarkan dampaknya seperti Herman, et al (2006) dan Ramanathan (2001) yang menyarankan menilai berbagai kriteria dampak dengan Analytical Hierarchy Process (AHP). Padahal Poper (2006) mengungkapkan risiko lingkungan memiliki ketidakpastian keputusan. Maka dari itu Fenton & Wang (2006) berpendapat teori fuzzy-set dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan AHP. Maka dari itu, penelitian ini menilai risiko berdasarkan consequence (dampak) dengan fuzzy AHP sehingga ketidakpastian keputusan dalam risiko lingkungan dapat teratasi....



Download Jurnal

Related Posts by Categories

Categories:

0 komentar:

Posting Komentar